Percaya. Satu kata ajaib yang penuh daya magis.
Hanya dengan modal percaya, semuanya akan terasa
baik-baik saja.
Percaya akan mimpi.
Kita berani bermimpi, dan mimpi tidak akan
mengkhianati kita. Karenanya, kita nggak boleh egois. Kita harus setia dengan
mimpi kita. Setia dengan mimpi? Yap, dengan cara nggak pernah memandang remeh
mimpi itu sendiri, karena mimpi berhak tumbuh menjadi kenyataan. Mimpi punya
nyawa sendiri untuk menampakkan wujud konkretnya - selama kita percaya dan
setia dengan mimpi itu. Selama kita masih terus berusaha menghidupkan mimpi
itu...
Percaya dengan orang-orang di sekeliling kita.
Kita tidak sedang hidup sendirian di tengah hutan
belantara dengan hukum rimba yang mengerikan, tapi kita hidup di sini
bersama orang-orang terbaik yang telah ditakdirkan hidup bersama kita.
Menghirup udara yang sama, menginjak tanah yang sama, memandang langit yang
sama. Yap, mereka adalah bagian dari hidup kita. Percaya bahwa kita bisa
memberi apa yang mereka butuhkan. Begitu pula sebaliknya, hidup kita semakin
mudah karena mereka telah memberi semua yang kita butuhkan. Mereka ada di
sini untuk kita, tentu kita tidak ingin mengecewakan mereka, walaupun hanya
dengan sebersit pikiran buruk tentang apa yang mereka lakukan...
Percaya dengan waktu.
Waktu memang tidak akan pernah bisa di paused,
walaupun jam dinding kita berhenti berdetak. Mungkin itu karena baterainya
habis. Percayalah, yang sebenarnya terjadi adalah waktu tetap akan terus
berjalan - ada atau tidaknya baterai di dalam jam dindingmu. Sebenarnya waktu
sangat baik hati. Dia setia menemani hidup kita. Dia akan berjalan perlahan
apabila kita sedang tekun dengan sesuatu, namun dia akan berjalan cepat apabila
kita memang sengaja membuangnya tanpa arti. Kita akan selalu punya waktu
untuk bahagia, selama kita merasa bahagia dalam memanfaatkan waktu demi
kebaikan...
Percaya dengan cinta.
Cinta masih ada di sini. Cinta nggak akan pergi
kemana-mana. Karena cinta tumbuh di hati, dan hati kita aman di dalam rongga
peritonium tubuh kita, dia nggak akan pergi jalan-jalan nyari angin. Cinta
adalah nurani. Setiap manusia punya itu. Masih percayakah kamu dengan cinta?
Kenapa tidak! Cinta nggak pernah bohong, cinta nggak pernah berkhianat. Karena
dia masih anak-anak, dan dia bisa baca pikiran orang lain. Semoga kelak ketika
dia dewasa, Cinta nggak senyentrik bapaknya. Tahu kan, Cinta itu siapa? Hahaha...
Dan yang paling penting, percaya pada diri
sendiri.
Percaya bahwa kita adalah manusia baik-baik yang
telah diizinkan hidup di bumi untuk segala kebaikan. Hemm, percaya pada diri
sendiri bahwa inilah apa yang kita mau, dan kita akan selalu menjadi seseorang
yang kita mau. Kita mau, bukan sekadar apa yang kita inginkan. Tapi kita mau
itu. Mau berarti rela - bahkan sangat ikhlas - untuk mewujudkannya. Kita bisa!
Itu slogan presiden kita. Tapi, lebih dari itu, kita mau untuk bisa! Bahkan
lebih dari bisa,
kita-amat-sangat-mampu-dan-bisa-dan-sanggup-luar-biasa-sekali!!!!!
Percaya bahwa, "my life is
brilliant!!!"
Because "I believe I can fly!"
Thanks to "pesawatku".
dita.