Kalau ada waktu yang bisa membekukan otak saya, itu adalah LIBURAN.
Kalau ada waktu yang bisa membujuk rayu saya agar hibernasi, itu adalah LIBURAN.
Kalau ada waktu yang bisa membuat sendi-sendi jari tangan saya kaku bahkan hanya untuk menulis, itu adalah LIBURAN.
Kalau ada waktu yang bisa membuat saya berpikir ulang mengapa otak saya bisa membeku, mengapa saya hibernasi sepanjang hari, mengapa sendi-sendi jari tangan sampai kaku, itu adalah LIBURAN.
Saya tidak menyalahkan liburan. Saya tidak dendam dengan liburan. Saya justru sedang ingin liburan.
Saya ingin menguji diri sendiri. Kalau waktu senggang hadir lagi dengan wujud liburan, apa kamu masih cukup sinting, menggunakan waktu sebegitu luangnya hanya untuk melemahkan diri? Hanya untuk membiarkan tubuh tergerus oleh waktu tanpa berusaha melawan? Hanya untuk tenggelam dalam kenyamanan? Hanya untuk berproses menjadi tua yang bisanya membuat planet penuh tanpa mau membagi manfaat kepada yang lain sedikit pun?
Bukan hanya saat liburan. Bahkan di saat waktu luangmu. Kapan pun itu.
Kecilnya diri sudah cukup dijadikan alasan untuk bangun dan berbuat sesuatu. Karena tumbuh bisa terjadi apabila sesuatu itu bergerak!
Tidak ada tumbuh yang hanya diam saja, bahkan untuk sebuah sel.